//
you're reading...
berita ppn

Partai Besar Takut pada Partai kecil


Oso-n

FOTO:

Ketua Umum Partai Persatuan Nasional (PPN) Oesman Sapta (tengah) didampingi   Sekjen PPN, Ratna Ester L. Tobing (kiri) menjelaskan parliamentary threshold hanya jadi ajang arogansi partai besar untuk membunuh partai kecil. Penjelasan itu dikemukakan pada rapat pertama  PPN tahun 2012 di Jakarta,

 

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum Partai Persatuan Nasional (PPN) Oesman Sapta menegaskan,  partai besar jangan arogan dengan mengajukan penetapan parliamentary threshold – PT (ambang batas parlemen) yang besar agar partai-partai kecil sulit masuk DPR dan tidak bisa berkembang.

“Partai besar jangan arogan. Mereka mulai tidak didukung lagi oleh masyarakat sehingga menetapkan PT sekehendak hati. Seharusnya kalau mengaku partai besar, tidak perlu takut,” kata Oesman yang akrab disapa Oso pada  rapat pertama PPN 2012  di Jakarta, Jumat.

Oesman mengatakan,  PPN sudah memperoleh status badan hukum dari Kemenkumham pada 9 Januari 2012. Ia menjelaskan PPN adalah perubahan dari partainya yang lama yakni Partai Persatuan Daerah (PPD).

Oesman menandaskan, partai-partai besar takut sebelum bertanding sehingga mereka berupaya menetapkan PT yang tinggi. Pada pemilu lalu besar PT adalah 2,5 persen sehingga partai yang memperoleh kursi di DPR lebih dari angka tersebut yang bisa masuk parlemen. Sementara kursi partai lain yang tidak lewat 2,5 persen dibagikan kepada partai-partai yang lolos. Dalam pembahasan RUU Pemilu, partai besar ada yang mengusulkan angka PT dinaikan menjadi lima persen.

Oesman mengatakan, saat ini masyarakat sudah mulai bosan dan jenuh dengan partai-partai besar. Hal itu membuat partai besar bisa kehilangan suara. Seharusnya, lanjut dia, untuk membentuk negara yang benar-benar demokrasi maka PT sebaiknya ditiadakan atau nol persen sehingga tidak ada suara rakyat yang hilang.

Partai-partai besar, sambungnya, sudah membunuh partai kecil pada pemilu sebelumnya dan kini semakin takut. “Kini mereka ingin mengulang lagi dengan ingin menetapkan PT yang lebih tinggi,” katanya.

Menyoal partainya yang memperoleh keputusan dari Kemenkumham, Oesman mengatakan sebelumnya dinyatakan bahwa hanya satu partai (Nasdem) yang lolos verifikasi Kemenkumham. “Ternyata PPN juga lolos berdasarkan keputusan Menkumham tanggal 9 Januari 2012,” katanya.

Sekjen PPN Ratna Ester L. Tobing menambahkan, ada lima tokoh-tokoh partai lain yang bergabung ke PPN, yakni dari PPD, Partai Patriot, PPDI, Partai Merdeka dan PKDI. Ratna mengatakan jika suara lima partai tersebut pada pemilu sebelumnya digabung maka jumlahnya 2,02 persen.

Menghadapi pemilu mendatang, katanya, partainya telah menyiapkan enam juta kartu anggota partai atau setara dengan empat persen perolehan suara. Saat ini, kata Ratna, partainya terus mempersiapkan kelengkapan agar dapat lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sehingga dapat mengikuti pemilu 2014.

Saat ini PPN sedang bekerja keras untuk melakukan restrukturisasi kepengurusan yang telah tersebar di 33 provinsi, 495 kabupaten/kota, 6.524 kecamatan dan 76.632 kelurahan/desa. (aby)

About suara - partai persatuan nasional

kader ppn

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: