//
you're reading...
berita ppn

Buruknya Citra Politisi Saat Ini Adalah Berkah Demokrasi

 

PetaPolitik.Com – Siapa bilang masyarakat tidak peduli dengan politik. Survey terbaru Lingkaran Survey Indonesia mengatakan bahwa pendapat masyarakat Indonesia yang diperoleh sampelnya dari 1300 responden di seluruh Indonesia mengatakan bahwa 51,3 persen responden menilai kerja politisi sangat buruk atau buruk. Selebihnya 23,4 persen menyatakan baik atau sangat baik. Sementara yang tidak menjawab 25,3 persen.

Peneliti LSI, Ardian Sopa memaparkan hasil Survey tersebut di kantor LSI, Jl Pemuda, Jakarta Timur, Minggu (2/10). Menurut Ardian buruknya Citra Politisi di mata masyarakat antara lain adalah semakin banyaknya politisi yang menjadi tersangka korupsi.

Ardian menuturkan bahwa sejak 6 tahun terakhir terdapat 125 kepala daerah yang menjadi tersangka, terdakwa atau terpidana. Ditambah lagi 19 anggota DPR dan mantan DPR juga menjadi tersangka, terdakwa, atau terpidana.

Hal ini menjadi indikator yang jelas bahwa masyarakat membaca dan mencatat apa yang dilakukan para politisi di masa yang relatif demokratis ini. Sisi lain dari buruknya citra politisi ini sesungguhnya adalah berkah bagi demokrasi.

Hal ini disampaikan oleh Rocky Gerung, pengajar Filsafat Universitas Indonesia, yang juga menjadi pentolan partai SRI, di markasnya di Latuharhari Menteng Jakarta. Dengan tampilan politisi yang “blatant” atau buka-bukaan memperlihatkan kepada masyarakat sosok sesungguhnya dari para “bromocorah” politik. Bromocorah memang term yang sangat disukai oleh Rocky Gerung untuk memperlihatkan sosok sesungguhnya dari kebanyakan politisi di Indonesia.

Hal ini jelas berkah dari demokrasi. Kenyataan buruknya citra politisi memperlihatkan  kenyataan kepada masyarakat bahwa kebanyak politisi yang naik sebagai anggota dewan adalah tidak lebih dari tengkulak suara rakyat yang di”ijon” tiap kali terjadi pasar Pemilu.

Hasilnya jelas karena suara yang dibeli para tengkulak dibeli dengan sejumlah uang tentu para bromocorah ini ingin segera menjual kembali suara rakyat dengan apa saja yang bisa menjadikan dia kuasa dan kaya raya secara pribadi. Politisi Indonesia sejauh ini adalah para petualang medioker, bahkan tanpa jejak kepemimpinan yang jelas, kecuali riwayat penjilatan yang intensif terhadap berbagai patron politik yang bisa memberikan jalan jenjang karir ke tingkat atas kekuasaan.

Jika rakyat kemudian melek bahwa para “bromocorah” ini memang tidak terhormat, maka sudah pasti di masa yang akan datang siapapun yang bercita-cita menjadi politisi dan pejabat publik harus siap-siap dengan teropong dan pengawasan yang melekat dari masyarakat yang sadar betul bahwa politisi dan pejabat publik ini sesungguhnya tak lebih adalah pelayan masyarakat. Kebebasan mencela para ‘bandit’ inilah sesungguhnya berkah dari demokrasi yang paling sejati.[Djio]

About suara - partai persatuan nasional

kader ppn

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: