//
you're reading...
berita ppn

Di Saat Media Mulai Dikuasai Tokoh Politik

 

PetaPolitik.Com – Bisnis media memang menggiurkan, tapi kali ini bukan pemilik modal saja yang menguasai media, tapi tokoh-tokoh politik juga latah menjadi pemilik media, terutama media nasional.

Anggota Dewan Pers, Wina Armada menyebutnya dengan istilah juraganisme dalam pers. Pengaruh kepentingan politik, kata dia, setidaknya akan memengaruhi informasi yang diberikan. Meskipun, tak semua media mengaburkan informasi dan fakta yang sebenarnya.

Wina menyebutnya dengan juraganisme dalam pers. Terkadang wartawannya tidak berani melawan kekuasaan politik ini. Jangan sampai terjadi membuat berita partai A ini kampanye didatangi hanya 500 orang lalu ditulis 5.000 orang.

“Ini tidak sesuai dengan kode etik dan terjadi di banyak Pilkada,” ujar Wina di Jakarta, Sabtu (11/2).

MenurutWina, tidak salah jika sebuah media dikuasai oleh orang yang berkecimpung di dunia politik dan memiliki kepentingan. Namun, kepentingan itu juga perlu disaring dan tidak terus memanipulasi berita yang akan ditayangkan.

“Punya kepentingan itu tidak masalah. Walapun miliknya tidak boleh hilangkan kode etik jurnalistik. Sepanjang tidak melanggar aturan kode etik, tidak masalah,” kata Wina.

Wartawan senior Albert Kuhon mengungkapkan, media dengan pemilik tokoh politik jangan sampai memberikan berita pencitraan yang tak sesuai kenyataan. Jangan sampai nanti masyarakat kecewa pada akhirnya, karena sebelum tokoh politik ini maju, namanya bagus terus, ada pencitraan.

“Ternyata setelah dipilih jadi presiden atau gubernur, mengecewakan. Sama saja dengan menipu publik,” kata Kuhon.

Sosiolog UI, Tamrin Amal Tamagola mengungkapkan, dengan adanya kepemilikan media massa oleh tokoh politik, maka untuk Pilpres 2014, bukan lagi karena capres yang kuat tapi juga capres yang dilihat dari pencitraan di medianya.

“Yang saya sangat khawatirkan media hanya sekadar alat corong dari pemilik kekuasaan semata untuk kepentingan politiknya. Tambah sulit lagi itu karena sekaramg itu ada apa yang disebut dengan taruhan-taruhan politik. Jadi pemilik media ini juga bertarung di dalam arena politik,” ujar Tamrin.

Dalam dunia pers, kata dia, tak ada tawar menawar pemberitaan. Ada batas toleransi di mana pemilik media mengendalikan pemberitaannya. Kebebasan pers yang bertanggungjawab kata dia tetap yang terpenting.

“Kebebasan itu yang harus selalu diperjuangkan. Insan-insan pers harus perjuangkan, bahwa kebebasan jurnalisme mereka itu sesuatu yang tidak boleh ditawar,” katanya.[lur]

Sumber: kompas.com

About suara - partai persatuan nasional

kader ppn

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: