//
you're reading...
berita ppn

Pemimpin Bangsa Jangan Mengabaikan Pancasila

Liputan6.com, Jakarta: Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan meminta tokoh bangsa di pemerintahan, partai politik, dan kemasyarakatan menegakkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam perilaku sehari-hari.

“Agar suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya dalam siaran persnya yang diterima Liputan6.com, di Jakarta, Sabtu (2/6), terkait Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Menurunya, para tokoh bangsa tidak boleh bersikap abai atas kemerosotan nilai-nilai Pancasila yang kini membuat keadaan masyarakat kehilangan pedoman luhur berbangsa. Kemerosotan itu, katanya, ditandai oleh terkikisnya hasrat solidaritas sosial maupun persatuan nasional, lemahnya pengaturan kepentingan rakyat terhadap modal asing, berkembangnya perekonomian kapitalisme antirakyat, neoliberal, dan hilangnya kebanggaan pada nasionalisme keindonesiaan dalam konteks percaturan antarbangsa.

“Terlebih, kondisi sosial semakin mencemaskan karena mudah tersentuh konflik baik secara horizontal maupun vertikal sedangkan tatanan hukum mengendur dan tidak sepenuhnya mengayomi rasa keadilan rakyat juga begitu memprihatinkan,” kata Syahganda.

Ia mengatakan akibat terabaikannya nilai-nilai Pancasila, kesulitan hidup ekonomi rakyat pun menjadi mencolok, karena pemerintah lebih membela pelaku ekonomi bebas berjiwa kapitalis sekaligus berwujud neoliberalis, yang hanya terkonsentrasi dalam menguntungkan segelintir pihak bekerja sama dengan jaringan kapitalisme internasional dan pemegang kekuasaan.

Syahganda berharap kekayaan alam harus ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran seluruh rakyat dan tidak lagi untuk memperkaya para penghamba ekonomi neoliberalisme. Pemerintah wajib memperkuat aspek permodalan usaha rakyat guna menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran serta menumbuhkan kemajuan ekonomi nasional yang bermartabat.

Terkait aspek politik, katanya, pergulatan politik terlalu liberal melalui praktik politik saling menghujat, permainan kotor, ataupun menghalalkan cara lainnya termasuk uang, yang berakibat memberangus nilai-nilai kekerabatan dan kejujuran, selain kearifan lokalnya ikut hilang. (ARI)

About suara - partai persatuan nasional

kader ppn

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: